Senin, 02 Mei 2016

E-Learning

E-Learning

E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Untuk menyampaikan pembelajaran, e-learning selalu diidentikkan dengan penggunaan internet. Namun sebenarnya media penyampaian sangat beragam dari internet, intranet, cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet pada e-learningumumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learningsehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah.
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati.
E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, diantaranya E-learning bisa mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan :
1.     Mobile technologies seperti PDA dan MP3 players.
2.     Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, e-mail, blogs, wiki. Mailing list, facebooks
3.     Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya:
o    menghemat waktu proses belajar mengajar
o    mengurangi biaya perjalanan
o    menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku)
o    menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
o    melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

Terdapat 3 (tiga) fungsi E-Learning terhadap kegiatan pembalajaran di kelas (classroom instruction),yaitu:
a. Suplemen (tambahan), mahasiswa mempunyai kebebasan memilih apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Sekalipun sifatnya hanya bersifat optional, mahasiswa yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan, walaupun materi pembelajaran elektronik berfungsi sebagai suplemen.
b. Komplemen (pelengkap), apabila materi pembelajaran elektronik diprogram untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima mahasiswa di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi raforcement (pengayaan) yang bersifat enrichment atau remedial bagi pengajar dalam megikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
c. Substitusi (oengganti) berfungsi agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas lainnya yang dikerjakan mahasiswa sehari-hari. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipiih peserta didik, yaitu : (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet.

Beberapa keuntungan/manfaat pembelajaran elektronik melalui internet antara lain sebagai berikut:
a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara mahasiswa dengan pengajar atau instruktur(enhanceinteractivity).
b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
c. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Kelebihan dan Kelemahan E-Learning :
1.     Kegiatan pembelajaran bisa dilakukan kapa saja dan dimana saja asalkan ada akses internet
2.     Tidak membutuhkan ruang khusus untuk tatap muka dan mempersingkat waktu pembelajaran, efisiensi waktu dan biaya.
3.     Kehadiran dan penilaian dapat dengan mudah dinilai dari keaktifan siswa dalam berpartisipasi pada kegiatan e-learning
4.     Pada pembelajaran e-learning siswa akan dituntut untuk lebih aktif karena penilaian didasarkan pada partisipasi siswa di forus e-learning
5.     Meningkatkan kemampuan belajar mandiri, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pihak pengajar
6.     Mudahnya berkomunikasi, dan berbagi bahan ajar.
7.     Materi pembelajaran sangat mudah diakses dan dimiliki oleh setiap siswa.
8.     Meningkatkan kemampuan siswa dan guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi.
Sedangkan kelebihan penggunaan sistem e-learning yaitu:
·         Sulitnya mengontrol etos belajar masing-masing siswa, mereka yang malas tentunya akan sangat tertinggal dibelakang.
·         Kesulitan bisa muncul sewaktu-waktu terdapat masalah pada koneksi internet.
·         Model pembelajarannya terbatas hanya pada bentuk diskusi forum dan tanya-jawab soal. Sangat mungkin ada materi-materi tertentu yang tidak bisa disampaikan dengan e-learning. Misalnya pembelajaran yang memerlukan praktek
·         Tidak semua daerah memiliki koneksi internet yang memadai
·         Dibutuhkan fasilitas yang tidak murah untuk menjalankan kegiatan elearning.
·         Bagi pengajar dan siswa yang tidak familiar dengan penggunaan internet pembelajaran e-learning justru  bisa memperlambat kegiatan belajar mengajar.
·         Menurunya kemampuan sosial siswa karena terbiasa melakukan interaksi secara tidak langsung



E – Learning Universitas Padjajaran


Unit Pelakasana Teknis (UPT) E-Learning Universitas Padjadjaran didirikan untuk menjembatani jarak, waktu, dan berbagai kondisi yang dapat menghalangi kegiatan pembelajaran. Bukan hanya itu, e-Learning juga hadir untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai upaya memaksimalkan hasil belajar.
e-Learning memiliki berbagai layanan guna mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar, di antaranya adalah Training Services/Layanan Pelatihan yang dapat dilakukan baik secara in-house, in-service, maupun public training. Beberapa pelatihan yang kami selenggarakan adalah:
§  e-Learning Training
§  Desktop Applications Training
§  Networking Training
§  Multimedia Training
§  Management Services Training
§  Scientific writing tools Training
§  Weblog Training
Selain itu, e-Learning Unpad pun melalui kerja sama  dengan para dosen membangun mata kuliah online yang dapat diakses oleh mahasiswa, serta dilakukan pula e-Learning Consulting baik menggunakan beberapa saluran maupun langsung mengenai proses pembelajaran bermedia elektronik ini. Hal yang dikonsultasikan berupa: how to design online course, how to create good online course, how to design content, online course management dll.
UPT e-Learning Universitas Padjadjaran tahun 2012 menorehkan sejarah dengan beberapa kegiatan yang mendukung Renstra Unpad dalam memanfaatkan Teknologi Informasi untuk kegiatan Tridharma khususnya peningkatan kualitas Proses Belajar Mengajar, dengan menyelenggarakan Kuliah Online Terintegrasi untuk beberapa mata kuliah. Satu di antaranya adalah mata kuliah Bidang Studi yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dimana diangkat sebagai kuliah perdana bagi mahasiswa baru Unpad angkatan 2012. Kuliah perdana ini dilakukan secara serentak bagi seluruh mahasiswa baru dari 16 fakultas yang ada dengan menggunakan video conference dan streaming pada Senin 3 September 2012 yang lalu. Prof. Ganjar Kurnia yang juga Rektor Unpad menjadi dosen tamu untuk mata kuliah ini dengan materi mengenai Tanggung Jawab Warga Negara.
Di Unpad, e-Learning sudah ada sejak tahun 2003 yang mengalami beberapa perubahan baik secara struktur organisasi maupun aktivitasnya. Tahun 2012 ini, e-Learning merupakan UPT yang bernaung di bawah koordinasi Wakil Rektor I sesuai dengan SK Rektor No 25/UN6.RKT/KP/ 2012. E-Learning Unpad didirikan untuk menjembatani jarak, waktu, dan berbagai kondisi yang dapat menghalangi kegitan pembelajaran. Bukan hanya itu, e-Learning juga hadir untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai upaya memaksimalkan hasil belajar. Hal ini sejalan dengan misi Unpad: Melaksanakan manajemen pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian pula menghasilkan lulusan yang beriman, cerdas, mandiri, dan berbudaya. Menjadikannya sebuah institusi dengan visinya dengan keharusan untuk masuk dan terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan ICT.
Di Universitas Padjadjaran, aktivitas pembelajaran online telah diselenggarakan sejak 2003. menggunakan fasilitas e-learning 479 dosen dengan 332 mata kuliah yang telah mengikuti pelatihan dengan menggunakan LMS WebCT (E-learning Unpad, 2008). Sejak Juni 2010, tim pengelola e-learning memutuskan untuk tidak mengembangkan LMS WebCT dengan melakukan pelatihan penggunaannya kepada dosen. Hal ini disebabkan aspek legalitas penggunaan LMS ini sudah expire sejak beberapa waktu yang lalu. tersebut, tim e-learning memutuskan segera melakukan migrasi dengan cara memodifikasi LMS Moodle yang sifatnya open source untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan kuliah online. Modifikasi telah dilaksanakan dan sejak Juli 2010 sudah dilakukan pengenalan dan penggunaannya. Universitas Padjadjaran melalui tim pengelola e-learning sejak pertengahan tahun 2010 telah menggunakan LMS Moodle dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada para dosen agar menerapkan kuliah online berbasis LMS. Bahkan Tim E-Learning Unpad sejak awal 2009 yang secara struktur organisasi dipimpin seorang ketua dan didampingi sekretaris serta dua Divisi yaitu Divisi Content dan Divisi Pelatihan merasa perlu untuk lebih proaktif lagi melakukan berbagai kegiatan untuk melibatkan lebih banyak dosen dalam proses belajar mengajar dengan e-learning serta adanya sistem pembelajaran berbasis IT dengan standar yang memadai segera direalisasikan.

E-Learning Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS KEDOKTERAN
Zaman yang semakin sarat dengan informasi membuat kebutuhan akan fasilitas komunikasi menjadi sebuah keniscayaan, termasuk bagi mahasiswa dan staf pengajar di FKUI. E-learning adalah fasilitas pembelajaran jarak jauh atau mandiri yang disediakan untuk mahasiswa, khususnya untuk menunjang sistem pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL) yang mengutamakan konsep student-based.
FKUI menyediakan fasilitas e-learning yaitu telekonferensi, modul e-learning serta fasilitas produksi CD Multimedia pembelajaran. Telekonferensi diselenggarakan secara teratur setiap bulannya dengan mengangkat topik unggulan dari modul pendidikan. Jadwal topik, pembicara dan tata cara untuk mengikuti telekonferensi dapat dilihat di www.inherent-dikti.net
Modul e-learning di Universitas Indonesia menyediakan fitur untuk mengunduh bahan perkuliahan, berdiskusi secara interaktif dalam forum, kuis serta mengumpulkan tugas dalam bentuk file. Fitur tersebut telah dikemas dalam suatu aplikasi yang dikembangkan UI yaitu SCELE yang dapat diakses di http://scele.ui.ac.id. Dengan adanya SCELE (Student Centered E-Learning Environment), mahasiswa dapat berkomunikasi dengan staf pengajar ataupun mahasiswa lain di dunia maya. SCELE merupakan sebuah terobosan bagi UI untuk mendukung iklim pembelajaran aktif. Informasi penting seperti penugasan dari staf pengajar  dan materi kuliah sampai hal-hal yang bersifat santai dapat dikomunikasikan melalui SCELE.
Untuk pengembangan CD Multimedia, telah tersedia rumah produksi FKUI atau TALSS (Teaching and Learning Support System). TALSS dilengkapi dengan kemampuan pengambilan gambar, materi serta audio visual editing dan desain grafis.  Staf pengajar yang berminat mengembangkan CD Multimedia untuk topik perkuliahannya dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan menghubungi Unit Pelayanan dan Pengembangan Sistem Informasi FKUI.

Top of Form

http://fk.ui.ac.id/e-learning.html