E-Learning
E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang
memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media
internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Untuk menyampaikan
pembelajaran, e-learning selalu diidentikkan dengan penggunaan
internet. Namun sebenarnya media penyampaian sangat beragam dari internet,
intranet, cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet
pada e-learningumumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang
luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan
jaringan intranet sebagai media e-learningsehingga biaya yang
disiapkan relatif lebih murah.
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara
formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran
dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati.
E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih
sederhana, diantaranya E-learning bisa mencakup
pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran,
termasuk di dalamnya penggunaan :
1.
Mobile technologies seperti PDA dan MP3 players.
2.
Juga penggunaan teaching
materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM
atau web sites, forum diskusi, e-mail, blogs, wiki. Mailing
list, facebooks
3.
Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya:
o menghemat waktu proses belajar mengajar
o mengurangi biaya perjalanan
o menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan,
buku)
o menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
o melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan
ilmu pengetahuan
Terdapat 3 (tiga) fungsi E-Learning terhadap kegiatan pembalajaran di kelas
(classroom instruction),yaitu:
a. Suplemen (tambahan), mahasiswa mempunyai kebebasan memilih apakah akan
memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Sekalipun sifatnya
hanya bersifat optional, mahasiswa yang memanfaatkannya tentu akan memiliki
tambahan pengetahuan atau wawasan, walaupun materi pembelajaran elektronik
berfungsi sebagai suplemen.
b. Komplemen (pelengkap), apabila materi pembelajaran elektronik diprogram
untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima mahasiswa di dalam kelas.
Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk
menjadi materi raforcement (pengayaan) yang bersifat enrichment atau remedial
bagi pengajar dalam megikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
c. Substitusi (oengganti) berfungsi agar para mahasiswa dapat secara
fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas
lainnya yang dikerjakan mahasiswa sehari-hari. Ada 3 alternatif model kegiatan
pembelajaran yang dapat dipiih peserta didik, yaitu : (1) sepenuhnya secara
tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian melalui
internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet.
Beberapa keuntungan/manfaat pembelajaran elektronik melalui internet antara lain sebagai berikut:
Beberapa keuntungan/manfaat pembelajaran elektronik melalui internet antara lain sebagai berikut:
a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara mahasiswa dengan
pengajar atau instruktur(enhanceinteractivity).
b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja
(time and place flexibility).
c. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy
updating of content as well as archivable capabilities).
Kelebihan dan Kelemahan E-Learning :
2.
Tidak membutuhkan ruang khusus untuk
tatap muka dan mempersingkat waktu pembelajaran, efisiensi waktu dan biaya.
3.
Kehadiran dan penilaian dapat dengan
mudah dinilai dari keaktifan siswa dalam berpartisipasi pada kegiatan
e-learning
4.
Pada pembelajaran e-learning siswa akan
dituntut untuk lebih aktif karena penilaian didasarkan pada partisipasi siswa
di forus e-learning
5.
Meningkatkan kemampuan belajar mandiri,
sehingga kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pihak pengajar
6.
Mudahnya berkomunikasi, dan berbagi
bahan ajar.
7.
Materi pembelajaran sangat mudah diakses
dan dimiliki oleh setiap siswa.
8.
Meningkatkan kemampuan siswa dan guru
terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi.
Sedangkan kelebihan
penggunaan sistem e-learning yaitu:
·
Sulitnya mengontrol etos belajar
masing-masing siswa, mereka yang malas tentunya akan sangat tertinggal
dibelakang.
·
Kesulitan bisa muncul sewaktu-waktu terdapat
masalah pada koneksi internet.
·
Model pembelajarannya terbatas hanya
pada bentuk diskusi forum dan tanya-jawab soal. Sangat mungkin ada
materi-materi tertentu yang tidak bisa disampaikan dengan e-learning. Misalnya
pembelajaran yang memerlukan praktek
·
Tidak semua daerah memiliki koneksi
internet yang memadai
·
Dibutuhkan fasilitas yang tidak murah
untuk menjalankan kegiatan elearning.
·
Bagi pengajar dan siswa yang tidak
familiar dengan penggunaan internet pembelajaran e-learning justru bisa
memperlambat kegiatan belajar mengajar.
·
Menurunya kemampuan sosial siswa karena
terbiasa melakukan interaksi secara tidak langsung
E – Learning Universitas
Padjajaran
Unit
Pelakasana Teknis (UPT) E-Learning Universitas Padjadjaran didirikan untuk
menjembatani jarak, waktu, dan berbagai kondisi yang dapat menghalangi kegiatan
pembelajaran. Bukan hanya itu, e-Learning juga hadir untuk mengoptimalkan
penggunaan teknologi sebagai upaya memaksimalkan hasil belajar.
e-Learning memiliki berbagai layanan guna
mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar, di antaranya adalah Training Services/Layanan Pelatihan yang dapat
dilakukan baik secara in-house, in-service,
maupun public training. Beberapa pelatihan yang kami
selenggarakan adalah:
§ e-Learning
Training
§ Desktop
Applications Training
§ Networking
Training
§ Multimedia
Training
§ Management
Services Training
§ Scientific
writing tools Training
§ Weblog
Training
Selain itu, e-Learning Unpad pun melalui kerja
sama dengan para dosen membangun mata kuliah online yang dapat diakses oleh mahasiswa, serta
dilakukan pula e-Learning Consulting baik menggunakan beberapa saluran
maupun langsung mengenai proses pembelajaran bermedia elektronik ini. Hal yang
dikonsultasikan berupa: how to design online course,
how to create good online course, how to design content, online course
management dll.
UPT
e-Learning Universitas Padjadjaran tahun 2012 menorehkan sejarah dengan
beberapa kegiatan yang mendukung Renstra Unpad dalam memanfaatkan
Teknologi Informasi untuk kegiatan Tridharma khususnya peningkatan
kualitas Proses Belajar Mengajar, dengan menyelenggarakan Kuliah Online
Terintegrasi untuk beberapa mata kuliah. Satu di antaranya adalah mata
kuliah Bidang Studi yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dimana diangkat
sebagai kuliah perdana bagi mahasiswa baru Unpad angkatan 2012.
Kuliah perdana ini dilakukan secara serentak bagi seluruh mahasiswa baru
dari 16 fakultas yang ada dengan menggunakan video conference dan
streaming pada Senin 3 September 2012 yang lalu. Prof. Ganjar Kurnia yang
juga Rektor Unpad menjadi dosen tamu untuk mata kuliah ini dengan
materi mengenai Tanggung Jawab Warga Negara.
Di Unpad, e-Learning sudah ada sejak tahun 2003 yang
mengalami beberapa perubahan baik secara struktur organisasi maupun
aktivitasnya. Tahun 2012 ini, e-Learning merupakan UPT yang bernaung di
bawah koordinasi Wakil Rektor I sesuai dengan SK Rektor No
25/UN6.RKT/KP/ 2012. E-Learning Unpad didirikan untuk menjembatani jarak,
waktu, dan berbagai kondisi yang dapat menghalangi kegitan pembelajaran. Bukan hanya
itu, e-Learning juga hadir untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi
sebagai upaya memaksimalkan hasil belajar. Hal ini sejalan dengan misi
Unpad: Melaksanakan manajemen pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Demikian pula menghasilkan lulusan yang beriman,
cerdas, mandiri, dan berbudaya. Menjadikannya sebuah institusi dengan
visinya dengan keharusan untuk masuk dan terlibat dalam pengembangan
dan pemanfaatan ICT.
Di Universitas Padjadjaran, aktivitas pembelajaran
online telah diselenggarakan sejak 2003. menggunakan fasilitas
e-learning 479 dosen dengan 332 mata kuliah yang telah mengikuti pelatihan
dengan menggunakan LMS WebCT (E-learning Unpad, 2008). Sejak Juni
2010, tim pengelola e-learning memutuskan untuk tidak mengembangkan
LMS WebCT dengan melakukan pelatihan penggunaannya kepada dosen. Hal
ini disebabkan aspek legalitas penggunaan LMS ini sudah expire sejak
beberapa waktu yang lalu. tersebut, tim e-learning memutuskan segera
melakukan migrasi dengan cara memodifikasi LMS Moodle yang sifatnya open
source untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan kuliah online. Modifikasi
telah dilaksanakan dan sejak Juli 2010 sudah dilakukan pengenalan dan
penggunaannya. Universitas Padjadjaran melalui tim pengelola e-learning
sejak pertengahan tahun 2010 telah menggunakan LMS Moodle
dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada para dosen
agar menerapkan kuliah online berbasis LMS. Bahkan Tim E-Learning
Unpad sejak awal 2009 yang secara struktur organisasi dipimpin seorang ketua dan
didampingi sekretaris serta dua Divisi yaitu Divisi Content dan
Divisi Pelatihan merasa perlu untuk lebih proaktif lagi melakukan
berbagai kegiatan untuk melibatkan lebih banyak dosen dalam proses
belajar mengajar dengan e-learning serta adanya sistem pembelajaran berbasis
IT dengan standar yang memadai segera direalisasikan.
E-Learning Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS
KEDOKTERAN
Zaman yang semakin sarat dengan informasi membuat kebutuhan akan
fasilitas komunikasi menjadi sebuah keniscayaan, termasuk bagi mahasiswa dan
staf pengajar di FKUI. E-learning adalah fasilitas pembelajaran jarak
jauh atau mandiri yang disediakan untuk mahasiswa, khususnya untuk menunjang
sistem pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL) yang mengutamakan konsep student-based.
FKUI menyediakan fasilitas e-learning yaitu telekonferensi, modul e-learning serta fasilitas produksi CD Multimedia
pembelajaran. Telekonferensi diselenggarakan secara teratur setiap bulannya
dengan mengangkat topik unggulan dari modul pendidikan. Jadwal topik, pembicara
dan tata cara untuk mengikuti telekonferensi dapat dilihat di www.inherent-dikti.net
Modul e-learning di Universitas Indonesia menyediakan
fitur untuk mengunduh bahan perkuliahan, berdiskusi secara interaktif dalam
forum, kuis serta mengumpulkan tugas dalam bentuk file.
Fitur tersebut telah dikemas dalam suatu aplikasi yang dikembangkan UI yaitu SCELE yang dapat diakses di http://scele.ui.ac.id.
Dengan adanya SCELE (Student
Centered E-Learning Environment), mahasiswa dapat berkomunikasi
dengan staf pengajar ataupun mahasiswa lain di dunia maya. SCELE merupakan
sebuah terobosan bagi UI untuk mendukung iklim pembelajaran aktif. Informasi
penting seperti penugasan dari staf pengajar dan materi kuliah sampai
hal-hal yang bersifat santai dapat dikomunikasikan melalui SCELE.
Untuk pengembangan CD Multimedia, telah tersedia rumah produksi
FKUI atau TALSS (Teaching
and Learning Support System). TALSS dilengkapi dengan kemampuan
pengambilan gambar, materi serta audio visual editing dan desain grafis.
Staf pengajar yang berminat mengembangkan CD Multimedia untuk topik
perkuliahannya dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan menghubungi Unit
Pelayanan dan Pengembangan Sistem Informasi FKUI.
http://fk.ui.ac.id/e-learning.html
